AGEN POKER QQ
Milepoker
CUCUPOKER

Sex Saya Di Perkosa Oleh Mertua ku


Sex Saya Di Perkosa Oleh Mertua ku
- Ini memanglah cerita asli saya diperkosa mertuaku sendiri, banyak yang bilang memanglah saya ini menawan serta seksi memiliki bokong besar. Ayo kita ikuti kelanjutanya… woyooSelewat 40 hari dari melahirkan, suamiku masih khawatir buat berhubungan seks. Bisa jadi ia masih teringat pada waktu saya menjerit- jerit pada dikala melahirkan, memanglah ia pula ikut masuk ke ruang persalinan mendampingi aku waktu melahirkan. Di samping itu saya memanglah pula padat jadwal benar dgn sang kecil, baik siang ataupun malam hari. Sang kecil kerap bangun malam- malam, nangis serta saya wajib menyusuinya hingga ia tidur kembali.

Sedangkan suamiku terus menjadi padat jadwal saja di kantor, maklum ia bekerja di suatu kantor Bank Pemerintah di bagian Teknologi, jadi pulangnya kerap terlambat. Kondisi ini berlangsung dari hari ke hari, sampai sesuatu dikala terjalin perihal baru yg memberi warna kehidupan kami, spesialnya kehidupan pribadiku sendiri.

Kala itu kami menemukan berita kalau bapak mertuaku yg terletak di Amerika bermaksud tiba ke tempat kami. Memanglah sepanjang ini kedua mertuaku tinggal di Amerika bersama dgn anak wanita mereka yg menikah dgn orang situ. Ia tiba kali ini ke Indonesia sendiri buat menuntaskan suatu urusan. Bunda mertua tidak dapat turut sebab katanya kakinya sakit.

Kala hingga waktu kedatangannya, kami menjemput di airport, suamiku langsung mencari- cari bapaknya. Suamiku langsung berteriak gembira kala menciptakan wujud seseorang laki- laki yg tengah duduk sendiri di ruang tunggu. Orang itu langsung berdiri serta mendatangi kami. Dia kemudian berpelukan dgn suamiku. Silih melepas rindu. Saya mencermati mereka.

Bapak mertuaku masih terlihat muda diumurnya menjelang akhir 50- an, walaupun kulihat terdapat sebagian helai uban di rambutnya. Badannya yg besar besar, dgn kulit hitam masih tegap serta berotot. Kelihatannya dia tidak sempat meninggalkan kebiasaannya berolah raga semenjak dahulu. Dia berasal dari belahan Indonesia Timur serta saat sebelum pensiun bapak mertua merupakan seseorang perwira angkatan darat.

“Hei nak Dilla. Apa khabar…!”, sapa ayah mertua padaku ketika selesai berpelukan dgn suamiku.
“Ayah, apa kabar? Sehat-sehat saja kan? Bagaimana keadaan Ibu di Amerika..?” balasku.
“Oh…Ibu baik-baik saja. Beliau nggak bisa ikut, karena kakinya agak sakit, mungkin keseleo….”
“Ayo kita ke rumah”, kata suamiku kemudian.

Sejak adanya ayah di rumah, ada perubahan yg cukup berarti dalam kehidupan kami. Sekarang suasana di rumah lebih hangat, penuh canda dan gelak tawa. Ayah mertuaku orangnya memang pandai membawa diri, pandai mengambil hati orang. dgn adanya ayahmertua, suamiku jadi lebih betah di rumah. Ngobrol bersama, jalan-jalan bersama.

Akan tetapi pada hari-hari tertentu, tetap saja pekerjaan kantornya menyita waktunya sampai malam, sehingga dia baru sampai kerumah di atas jam 10 malam. Hal ini biasanya pada hari-hari Senin setiap minggu. Sampai terjadilah peristiwa ini pada hari Senin ketiga sejak kedatanganayah mertua dari Amerika.

Sore itu aku habis senam seperti biasanya. Memang sejak sebulan setelah melahirkan, aku mulai giat lagi bersenam kembali, karena memang sebelum hamil aku termasuk salah seorang yg amat giat melakukan senam dan itu biasanya kulakukan pada sore hari. Setelah merasa cukup kuat lagi, sekarang aku mulai bersenam lagi, disamping untuk melemaskan tubuh, juga kuharapkan tubuhku bisa cepat kembali ke bentuk semula yg langsing, karena memang postur tubuhku termasuk tinggi kurus akan tetapi padat.

Setelah mandi aku langsung makan dan kemudian meneteki si kecil di kamar. Mungkin karena badan terasa penat dan pegal sehabis senam, aku jadi mengantuk dan setelah si kecil kenyg dan tidur, aku menidurkan si kecil di box tempat tidurnya. Kemudian aku berbaring di tempat tidur. Saking sudah sangat mengantuk, tanpa terasa aku langsung tertidur. Bahkan aku pun lupa mengunci pintu kamar.

Setengah bermimpi, aku merasakan tubuhku begitu nyaman. Rasa penat dan pegal-pegal tadi seperti berangsur hilang… Bahkan aku merasakan tubuhku bereaksi aneh. Rasa nyaman sedikit demi sedikit berubah menjadi sesuatu yg membuatku melayg-layg. Aku seperti dibuai oleh hembusan angin semilir yg menerpa bagian-bagian peka di tubuhku.

Tanpa sadar aku menggeliat merasakan semua ini sambil melenguh perlahan. Dalam tidurku, aku bermimpi suamiku sedang membelai-belai tubuhku dan kerena memang telah cukup lama kami tidak berhubungan badan, sejak kandunganku berumur 8 bulan, yg berarti sudah hampir 3 bulan lamanya, maka terasa suamiku sangat agresif menjelajahi bagian-bagian sensitif dari sudut tubuhku.

Tiba-tiba aku sadar dari tidurku… tapi kayaknya mimpiku masih terus berlanjut. Malah belaian, sentuhan serta remasan suamiku ke tubuhku makin terasa nyata. Kemudian aku mengira ini perbuatan suamiku yg telah kembali dari kantor. Ketika aku membuka mataku, terlihat cahaya terang masih memancar masuk dari lobang angin dikamarku, yg berarti hari masih sore. Lagian ini kan hari Senin, seharusnya dia baru pulang agak malam, jadi siapa ini yg sedang mencumbuku…
AGEN POKER QQ